ANALISA KUALITATIF SENYAWA ORGANIK

ANALISA KUALITATIF SENYAWA ORGANIK

A.    Dasar teori
Analisa kualitatif merupakan suatu pemeriksaan atau proses kimia yang menguji adanya ion atau unsur-unsur dalam suatu senyawa. Senyawa organik merupakan golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Analisa kualitatif senyawa-senyawa organik, umunya selalu didasari oleh reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Karbon selalu dioksidasi menjadi CO2, hidrogen selalu dioksidasi menjadi H2O, Nitrogen selalu dioksidasi menjadi N2O5 atau direduksi menjadi NH3, halogen selalu direduksi menjadi halogenida, sulfur direduksi menjadi H2S dan dioksidasi sulfat, posfor direduksi menjadi PH 3 dan dioksidasi menjadi pospat.
Diantara beberapa golongan senyawa organik adalah hidrokarbon aromatik, senyawa yang mengandung paling tidak satu cincin benzene ; senyawa hidrosiklik yang mencakup atom-atom non karbon dalam struktur cincinnya ( Pudjaatmaka, 1982).
Ada 2 cara yang relatif sederhana secara kualitatif dengan melihat apakah didalam suatu senyawa terdapat nitrogen, belerang, ataupun halogen yaitu dengan menggunakan logam natrium, sehingga nitrogen, belerang, ataupun halogen berturut-turut dapat diubah menjadi natrium sianida, natrium sulfida, atau natrium halida (Parlan, 2003).
Analisa kualitatif merupakan suatu pemeriksaan atau analisis kimia yang bertujuan untuk menyelidiki unsur-unsur ataupun ion-ion yang terdapat dalam suatu zat atau campuran persenyawaan yang bertujuan untuk analisa. Analisa kualitatif mengaju pada pangkal untuk memisahkan dan menguji adanya ion dalam larutan. Analisa kualitatif dilakukan karena adanya jenis ion yang ada dalam suatu campuran ( Achmadi, 1987)
B.     Cara kerja
1.      Menyiapkan sampel dalam satu pot
2.      Sampel dalam satu pot di campur
3.      Melakukan identifikasi kualitatif
·         Analisa pendahuluan
ü  Identifikasi organoleptis yang meliputi warna, bau, kelarutan dalam asam basa dan analisa unsur.
Bau :
-          Aromatis
-          Tajam/menusuk
-          Dengan pemijaran berbau caramel : gula, as.tartat
-          Dengan pemijaran berbau merkapatan : tiourea, sulfatazol.
-          Dengan pemijaran berbau ammoniak : salisilamida, nikotinamida, meprobromat, barbiturat.
Kelarutan dalam asam basa :
-          Kelarutan dalam 3N NaOH
Langsung : asam sulfon (yang tidak larut dalam air), (tidak berwarna), fenol, senyawa nitro, tiazida, SG, metiltiorazil, oksazepam, riboflavin, teobromin
Dingin, merah : fisostigmin
Dingin kuning : tiamin, niklosamida, nitrozepam
Panas kuning : kloramfenikol, warfarin
Panas coklat : glukosa, fruktosa, laktosa, amilum
Membentuk ammoniak : bromisoval, karbromal, ureum, salisilamid, nikotinamid, meprobromat, streptomisin sulfat, SA, SG
-           Kelarutan dalam 3N H2SO4
Kinin dan kinidin (berflouresensi biru terang )
-          Penetesan H2SO4 pekat
Alkaloida, hidrokortison, streoida : kuning -> merah
Kuinon -> coklat
Karbohidrat, tetrasiklin : ungu.
Fenotiazin : merah
Bisokodil : ungu
Difenhidramin, kuning -> merah jingga
Amitripilin : merah
Klotimazol : kuning
Promazin : merah muda
            Analisa unsur
Untuk mengidentifikasi adanya unsur unsur organik yang terdapat dalam suatu senyawa dilakukan destruksi lebih dahulu untuk mengubah menjadi senyawa anorganik yang larut dalam air. Selanjutnya dilakukan reaksi yang spesifik dengan menambahkan pereaksi kimia yang sesuai. Umumnya dilakukan dengan 2 cara yaitu : metode Lassaigne dan metode Middleton.
Cara Lassaigne : masukkan kira kira 20 mg zat kedalam tabung reaksi yang bersih dan kering, masukkan juga sepotong kecil logam Natrium yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Panaskan campuran sampai melebur sempurna. Tambahkan sedikit zat lagi, panaskan tabung sampai membara dan segera masukkan ke dalam 15 ml air dalam cawan porselen. Cairan dipindahkan ke erlenmeyer dan didihkan selama 5 menit , kemudian saring. Filtat di tampung dalam tabung reaksi dan selanjutnya digunakan untuk identifikasi unsur dari zat yang dianalisis.
Cara Middleton : gerus 25 g Na2CO3 anhidrat dan 50 mg serbuk seng ( pereaksi). 100 mg sampel ditambah pereaksi kira kira 1 g, campur homogen lalu panaskan dengan api kecil dahulu, lalu besarkan sampai campuran merah membara. kemudian saring. Filtat di tampung dalam tabung reaksi dan selanjutnya digunakan untuk identifikasi unsur dari zat yang dianalisis.
Pada pemanasan unsur unsur akan berubah sbb:
C,S -> NaCN
C, N, S -> NaCNS
S -> Na2S
X(halogen) -> NaX
1.      Unsur Nitrogen :
Filtrat lassaigne/middleton + 2 tetes lar. Jenuh FeSO4 lalu didihkan(1 menit), dinginkan dan asamkan dengan H2SO4 encer
Positif : terbentuk warna biru berlin.
2.      Unsur Sulfur :
Filtrat lassaigne/middleton + 2 tetes as. Asetat encer, lalu ditutup (pada mulut tabung) dengan kertas saring yang dibasahi timbal asetat.
Positif : jika terbentuk warna hitam.
3.      Unsur Nitrogen dan Sulfur :
Filtrat lassaigne/middleton + HCl encer + 2 tetes lar. AgNO3.
Positif : terbentuk warna merah darah.
4.      Halogen :
Filtrat lassaigne/middleton+ HNO3 encer + beberapa tetes lar.AgNO3
Positif : endapan putih atau kuning.
a.       Unsur iodium :
Filtrat lassaigne/middleton + as.asetat encer, didihkan, lalu dinginkan +CCl4
Positif : warna violet pada lapisan organik
b.      Unsur brom :
Lapisan air dari 4.a didihkan, lalu dinginkan + serbuk PbO2, dengan keadaan ditutupi kertas saring(sudah ditetesi lar. Flouresein) pada mulut tabunng, didihkan.
Positif : kertas saring menjadi merah muda.
c.       Unsur Klor :
Lapisan air dari 4.a + lar HNO3 pekat + lar.NH4 molibdat, panaskan
Positif : terbentuk endapan kuning.

a.         Cara Middleton
Zat + campuran Na2CO3 amhidrat + Zn (1:2)             +air                  saring

N                                             NaCN 
X         Zn + Na2CO3              NaX
S                                              ZnS (residu)
                                                Hitam
·         Unsur Nitrogen
6NaCN + FeSO4                           Na4[Fe(CN)6] + NaSO4
3Na4[Fe(CN)6] + 2Fe(SO)3              asam            Fe4[Fe(CN)6]3 + 6Na2SO4

                                                                  Biru berlin
·         Unsur Sulfur
Na2S + CH3COOH                      2CH3COONa + H2S
Pb(CH3COO)2 +H2S                    PbS + 2CH3COOH

                                                     Hitam
Na2S +Na2[Fe(CN)5NO]                          Na4[Fe(CN)5NOS]
·         Unsur Nitrogen dan Sulfur
NaCNS + FeCl3                            Fe(CNS)3 + 3NaCl
                                          Merah darah             CNSNa

                                          Fe(CNS)63-                                                                 
·         Halogen
NaX + AgNO3                        AgX + NaNO3

                                          Putih/kuning
a.       Unsur Iodium
NaI + 2NaNO2 + 4CH3COOH           I2 + 2N0 + 4CH3COOH + 2H2O


b.      Unsur Brom
Lapisan air dididihkan            NO   + PbO2                    tutup dengkan kertas fluoresesin                         merah muda
2NaBr + PbO2 + 4CH3COOH                      Br2 + 2CHCOONa + Pb(CH3COO)2 + H2O     
c.       Unsur klor
NaCl + AgNO3                               AgCl + NaNO3
                                                                Putih
AgCl + 2NH4OH                    Ag(NH3)2Cl + H2O
                                                Larut

Reaksi Khusus Golongan Senyawa Organik
1.    Senyawa mengandung nitrogen
Ø  Pemeriksaan nitrat
FeSO4 dan H2SO4 p   →  cincin coklat
Ø  Pemeriksaan nitro aromatik
Zat  + etanol + HCl encer + air + Zn      Wb         filtrat + pereaksi Diazo I, kemudian dituang ke pereaksi Diazo II→ terbentuk  warna / endapan jingga. Ex: niklosamida, nitrazepam, kloramfenikol
Diazo 1 : 10% NaNO2 dalam air
Diazo 11 :  0,25 g 2 Naftol dalam 100 ml 3N NaOH
Ø  Pemeriksaan senyawa amin (basa)
Zat + H2SO4 + pereaksi Mayer  → endapan, bermacam warna
Ex : Morfin & Ephedrin → sedikit endapan / warna
P. Mayer : HgCl2 dalam larutan KI 5 %
Ø  Pemeriksaan amin alifatik primer
Zat dalam etanol + CS2         + HgCl2 5%
                       
                       
                        →  Bau spesifik
Ø  Pemeriksaan amin aromatic primer (r. Diazo )
Zat + HCl + Diazo I→ Diazo II   → merah jingga/endapan
Ex: Benzokain, Sulfonamida, Klordiazepoksid, Furosemid, Hidroklorotiazid, Oksazepam, Fenasetin
Ø  Pemeriksaan amin sekunder
Zat          5 0C + NaNO2 + air → ekstraksi dengan eter
HCl       
Eter diuapkan residu
Residu + fenol  H2SO4 biru hijau     air          merah    basa       biru hijau                      
Ø  Pemeriksaan asam amino  (R. Ninhidrin)
Larutan zat  netral  + larutkan ninhidrin 1%  → merah, ungu, biru
Ex : Ephedrin (merah ), Tolbutamid (ungu), Antazolin (ungu), As. Askorbat (merah tua).
Ø  Pemeriksaan golongan guanidin
Zat + NaOH 10% + 1 Naftol  0,05%, 150 C + Na hipobromid → ungu merah
Ex :Streptomisin
Ø  Pemeriksaan turunan piridin
Zat + NaCO3 kering →  bau piridin

Zat  + 1 klor 2,4 dinitrobenzol     + 0,5N KOH /etanol  →  merah tua
Ex: nikotinamid

2.      Senyawa pereduksi
Ø  R. Fehling                    I. CuSO4 7%
 II. K Na Tartrat + NaOH
Zat + campuran fehling I + II    wb     Cu2O
Merah bata
                                    Ex : Vit. C, INH,  Hidrokartison, gula pereduksi
Ø  Percobaan dengan KMnO4
Dalam larutan netral atau asam
Larutan zat + KMnO4 0,1 %   →  warna hilang →  coklat (suhu kamar)
Ex : Vit. C , INH
Pada pemanasan hilang
Ex : as.Sitrat, tartrat, oksalat, mandelat, salisilat, benzoat gula pereduksi, sorbitol
3.      Reaksi iodoform
Zat + 3N NaOH + larutan Iod  → bau iodoform
Ex : Aceton, Etanol, Isopropanol, Asam laktat, Benzokain
4.        Reaksi dengan fecl3
Zat dinetralkan dengan NaOHCO3/HCl + larutan FeCl3 1%, kalau perlu dipanaskan                merah sampai ungu
Ex: Acetosal, Vitamin C, Fenazon, Klorpromasin, Nipagin, Piridoksin, Tetrasiklin, Prometazin, As. Mefenamat.
Analisis gugus fungsi
Analisis gugus fungsi bertujuan untuk mendeteksi adanya gugus fungsional dalam senyawa obat. Gugus fungsi adalah kumpulan atom-atom yang berikatan dan akan mnnyebabkan sifat fisiko kimia yang spesifik terhadap zat tersebut, misalnya kelarutan, keasaman dan lain-lain. analisis gugus fungsi dapat dilakukan dengan metode kimia dan metoda fisiko kimia. Metode kimia yang dilakukan berdasarkan reaksi antara gugus fungsi dalam senyawa dengan suatu pereaksi kimia. Hasil reaksinya dapat berupa terjadinya warna, bau, endapan. Suatu pereaksi kimia ada yang memberikan reaksi positif terhadap beberapa gugus fungsi (bersifat umum), ada yang bereaksi hanya dengan satu gugus fungsi (spesifik). Metoda kimia ini dikenal dengan nama “ uji tetes” atau “ spot test” dilakukan dalam tabung  reaksi atau papan penetes.
1.      Gugus Alkohol (R-OH)
a.       Uji seri amonium nitrat
2ROH + (NH3)2 Ce(NO3)6   [Ce(NO3)4(ROH)2] + 2NH4OH MERAH
b.      Uji Kromat (K2Cr2O7 dalam H2SO4)
3RCH2OH + 6CrO3    3RCOOH + 2Cr3(SO4)2 + 9H2O
                                                                              Hijau
3RCHOH + 3CrO3   RCC=O + Cr3(SO4)2 + 6H2O
c.       Uji esterifikasi
ROH + R’COOH  R’COOR + H2O
             As. Sal.                 Ester
d.      Uji oksidasi
Bakar kawat tembaga yang telah dibakar sampai memijar lalu celupkan ke dalam 10 tetes sampel. Lalu lakukan perlakuan ini berkali-kali (sedikitnya 5 kali). Tercium bau khas. Ambil 2 tetes cairan lalu teteskan pereaksi Schiff, terbentuk warna merah ungu (menandakan alkohol primer). Ambil lagi 2 tetes cairan tadi lalu tambahkan 1 tetes pereaksi Na nitroprusida dan 1 tetes NH4OH, terbentuk warna merah violet (menandakan alkohol primer).
e.       Uji lukas
Pereaksi Lucas = ZnCl2 anhidrat + HCl Pekat
R3COH + P. Lucas                       R3Cl + H2O
      Alkohol Tersier                                               keruh (cepat)
R2CHOH + P. Lucas                    R2CHCl
      Alkohol Sekunder
2.      Gugus Fenol (Ar-OH)
a.       Uji besi (III) klorida
Tambahkan 1-2 tetes FeCl3 ke dalam 2 tetes sampel (larutan dalam air atau metanol). Terbentuk warna yang khas.
b.      Uji Lieberman
Larutkan 1 ml sampel (2 tetes) dalam 1 ml H2SO4 p lalu tambahkan beberapa butir NaNo­2 terbentuk warna biru hijau atau biru ungu. Encerkan denagn air lalu tambahkan 1 tetes NaOH 5%, terbentuk larutan warna merah.
c.       Uji Ftalin
Panaskan 200 mg sampel (10 tetes) dan 10 mg ftalat anhidrat dengan 2 tetes H2SO4 p dalam tabung reaksi hingga agak kering. Dinginkan dan tuangkan isi tabung ke dalam 5 ml larutan NaOH 5%, terbentuk larutan berwarna.
d.      Uji penggabungan dengan garam Diazo
Ambil 4 tetes larutan asam sulfanilat dan 1 tetes larutan NaNO2 lalu tambahkan 2 tetes sampel dan 1 tetes larutan NaOH, terbentuk warna merah.

3.      Gugus Karbonil (RCOH atau R2C=O)
a.       Uji pembentukan hidrazon
Ambil 10 tetes sampel (aldehid atau keton) tambahkan pereaksi 2,4-dinitrofenilhidrason dan 2 tetes HCl pekat, terbentuk endapan jingga coklat.
b.      Uji Schiff
Ambil 5 tetes sampel lalu tambahkan 2 tetes HCl encer dan 2 tetes pereaksi Schiff. Terbentuk warna merah violet (untuk aldehid).
c.       Uji Legal Rotera
Ambil 5 tetes, tambahkan 2 tetes larutan Na-nitroprusida dan 1 tetes NHOH, terbentuk warna merah ungu (untuk keton).
d.      Uji Iodoform
Ambil 10 tetes sampel tambahkan 2 ml NaOH 3 n dan beberapa tetes air iod sampai warna coklat. Panaskan : tercium bau yang khas dan terbentuk endapan kuning (untuk gugus CH3CO-).
4.      Gugus Karboksil (-COOH)
a.       Uji kertas lakmus
Pada 10 tetes sampel (100 mg zat dalam 1 ml air), celupkan kertas lakmus biru. Terjadi perubahan warna merah  (untuk senyawa asam).
b.      Uji Bikarbonat
Pada 100 mg zat dalam tabung reaksi, tambahkan 1 ml larutan NaHCO3 5% terbentuk gelembung udarayang dapat mengendapkan air kapur.
c.       Uji esterifikasi
Pada 100 mg sampel tambahkan 5 tetes etanol atau metanol dam 1 ml H2SO4 p panaskan lalu dinginkan. Encerkan dengan air. Tercium bau ester yang khas.
5.      Gugus Ester (-COOR)
a.       Uji Fenolftalein
Larutkan 2 tetes sampel dalam 1 ml etanol dan tambahkan 2 tetes indikator fenolftalein dan 2 tetes NaOH 5%. Jika pada pemanasan larutan merah muda hilang berarti terdapat ester.
b.      Uji Asam hidroksamat
Pada 10 tetes sampel dalam tabung reaksi tambahkan 1 ml larutan hidroksilamin HCL (dalam etanol). Tambahkan 2 ml NaOH 5% lalu panaskan hingga mendidih dan dinginkan. Asamkan dengan HCl lalu tambahkan 2 tetes FeCl3 terbentuk warna merah violet.
6.      Gugus Amina (-NH2)
a.       Uji Diazotasi dan penggabungan
Larutkan 10 mg sampel dalam 1 ml HCl p lalu tambahkan 4 tetes larutan NaNO2 dan 2 tetes larutan beta naptol dalam NaOH. Terbentuk warna merah atau jingga.






 










b.      Uji p-DAB HCl
Larutkan 10 mg zat dalam 1 ml HCl encer, tambahkan 2 teets p-DAB HCl, terbentuk endapan kuning sampai jingga.
c.       Uji Korek Api
Larutkan 10 mg zat dalam 2 tetes HCl p masukkan batang korek api : batang korek api berwarna kuning jingga.
d.      Uji karbilamin
Larutkan 10 mg zat dalam 1 ml etanol dan 2 ml larutan NaOH 5%, tambahkan 2 tetes CHCl3 lalu panaskan, tercium bau isonitril (awas racun kuat).
7.      Gugus Amida (-CONH2)
a.       Uji pelepasan NH3
Panaskan campuran 100 mg zat dalam 1 ml larutan NaOH 10%. Pada ujung tabung reaksi tempatkan kertas lakmus merah basah. Kertas lakmus merah berubah warna menjadi biru dan tercium bau amoniak.
b.      Uji Asam Hidroksamat
Panaskan campuran 50 mg sampel dengan 1 ml larutan hidroksolamin HCL dan 1 ml larutan NaOH 1 N sampai mendidih. Aamkan dengan HCl encer lalu tambahkan 2 tetes larutan FeCL3 : terbentuk warna mera violet.
8.      Gugus Nitro (-NO2)
a.       Uji besi (II) hidroksida
Pada 20 mg sampel campurkan dengan 1 ml larutan besi (II) ammonium sulfat (segar). Tambahkan 1 tetes H2SO4 2N  dan 1 ml larutan  larutan NaOH 1 N (dalam metanol). Kocok, terbentuk endapan coklat.
b.      Uji reduksi menjadi Amin
Larutakn 50 mg zat dalam HCl p lalu tambahkam bubuk seng panaskan hingga mendidih. Saring larutan dan tampung filtrat dalam tabung. Uji filtrat terhadap senyawa amin yang dihasilkan.
9.      Senyawa tak jenuh
a.       Uji Adisi Brom
Larutkan 2 tetes sampel dalam 1 ml CCL4 atau asam asetat, lalu tambahkan 2 tetes larutan jenuh brom. Terjadi perubahan warna dari coklat menjadi pucat atau jernih.
b.      Uji Baeyer
Larutkan 2 tetes sampel dalam 1 ml air atau aseton lalu teteskan KMnO4 2%, kocok: warna ungu KMnO4 menjadi hilang dan terbentuk endapan mangan oksida.

Identifikasi Anion Organik
1. Asetat
-2CH3COOM+(COOH)   2CH3COOH + (COOM)2
       ↑
Garam             as.oksalat         bau
-Garam asetat dalam HNO3 + FeCl3   →  merah
-3FeCl3 + 7CH3COOH +3H2O→ [Fe3(CH3COO)6OH2] CH3COO + 9HCl
                                                            Merah


3H2O + 3FeX3 + 7CH3COOH + HX
Merah Hilang                                      (asam mineral)

2. Oksalat
-(COO-)2 + Ca 2+ → (COO2)Ca + 2HCl


                        (COOH)2 + CaCl2+HCl                      putih Kristal
                        Larut
-5(COO-2) + MnO4- + 16H+    → 2Mn2+ +10CO2 +8H2O
                        Ungu                                                   Tak Berwarna


3. Tartrat
       COOH
H-  C- OH       + Fe2+ + H2O2        Asam dihidroksi fumarat  Violet + Fe3+ +H2O
HO-C-H
       COOH    
As.tartrat 

       COOH
H-  C- OH                   H2S04 + KBr                     teroksidasi menjadi asam glikolat
HO-C-H                                  -CO2
        COOH                            –CO
As.tartrat                                 -H2O

4. Benzoat
-2C6H5COOM + H2SO4   2C6H5-COOH + M2SO4
-Zat + alcohol + H2SO4  etil benzoate + H2O (bau spesifik)

5. Sitrat
-C6H6O7 2- + Ca 2+        →    Ca (C6H6O7)
                                                           
                                                                                          Putih
                         
6. Laktat
-senyawa laktat + air + H2SO4 + Larutan guiakol dikocok → warna merah
7. Salisilat
-senyawa salisilat +FeCl3 → violet + as.asetat  → warna tetap
-senyawa salisilat+methanol+ H2SO4 P  → Metil salisilat (bau gondopuro)










C.    HASIL
Seny. unsur
Golongan senyawa
Gugus fungsi
Anion organic
N
Seny. Amin
Gugus karbonil
Fenol
S
Amin aromatic primer
Gugus karboksil

Cl
Seny pereduksi dg (KMnO4)



D.    PEMBAHASAN
·         Senyawa unsur :
Unsur N : Pada saat pendidihan larutan ion Fe3+  terbentuk akibat oksidasi Fe2+ oleh oksigen dari udara. Keduanya larut dalam asam sulfat. Besi sianida bereaksi dengan ion Fe3+ membentik biru berlin (feri ferosianida).
CH3NH2 + HCl encer -> CH3NH3+Cl-
Halogen
Cl
Cl- + H2SO4 à HCl ↑ + H2SO4-

Br
KBr + H2SO4 à HBr ↑ + H2SO4 + K +
2KBr + 2H2SO4 à Br2 ↑ + SO2↑ + SO42- + 2K+ + 2H2O

I
I + H3PO4 à HI ↑ + H2PO4
- senyawa mengandung nitrogen:            nitrat
                                                            Nitrit
                                                            Nitro
                                                            Amin primer
                                                            Amin sekunder
                                                            Amin tersier
                                                            Amonium kuartener
                                                            Amin aromatik
                                                            Asam amida


Asam amino
     - NHCHC – NHCHC -    H2O , H+      H2NCHCO2H + H2NCHCO2H
                                                                        R                         R
          Suatu protein                                         asam-asam amino

Dalam asam      CO2                                                         CO2H
            H3N       C     H + H+                        H3N+            C       H
                           R                                                            R

Dalam basa      CO2-                                                    CO2-
            H2N – C – H   + OH-                           H2N – C – H + H2O
                            H     R                                                         R

senyawa pereduksi

- reaksi iodoform

                 O                                                                 O
                                                  
                           CCH3 + 3I2  OH, H2O                                     CO- + CHI3

Sikloheksil                                                     ion sikloheksil-              iodoform metil keton                                                karboksilat             kristal kuning

- analisis gugus fungsi:   
gugus alkohol
       O                                    OH
R – C – R  (1)R’ MgX       RCR à alkohol
                                                               (2) H2O, H+         R
                                                 
                                   
Gugus fenol
 

                                   
         O – CH3 + HI     kalor                                               OH   + CH3I
      

metil fenil eter                                           fenol                             iodometana 
(anisola)                    

Gugus karbonil
Gugus karboksil
                                                              O                                                      
                                                 RCH2OH      [O]        RCOH
      Suatu alkohol primer              suatu asam karboksilat

Gugus ester
ROH + R’CO2H     H+        R’CO2R

Gugus amina
RX + NH3                   RNH3+X-      OH-           RNH2
            Gugus amida
    O

CH3CH2CN(CH3)2 + H2O + H+                     CH3CH2CO2H + H2N(CH3)2
N,N-dimetilpropanamida                              asam propanoat      ion dimetilamonium

Senyawa tak jenuh
Reaksi adisi brom                 
                                                                  Br            Br

CH3CH      CHCH3 + Br2                CH3CH     CHCH3
2-butena                   merah                 2,3-dibromobutana
                                                                   Tak berwarna


- anion organik:                  
Asetat
CH3COO + H+ à CH3COOH ↑

Oksalat
                         (COOH)2 à H2O + CO ↑ + CO2
(COO)22- + MnO2 + 4H+  àMn2+ + 2CO2 ↑ + 2H2O

Tartrat
H2. C4H4O6 à CO ↑ + CO2 ↑ + 2C + 3H2O ↑
C + 2H2SO4 à 2SO2 ↑ + CO2 ↑ + 2H2O↑

Benzoat
C6H5COO + H+ à C6H5COOH ↓
                                               
Sitrat
HOOC.CH2.C(OH)CO2H.CH2.COOH à
                     à CO↑ + H2O↑ + HOOC.CH2.CO.CH2.COOH(I);
HOOC.CH2.CO.CH2.COOH à
                     à CH3.CO.CH3↑ (II) + 2CO2 ↑           
                                                           
Salisilat
C6H4(OH)COO  + Ag+ à C6H4(OH)COOAg ↓

·         Melakukan reaksi khusus golongan senyawa organik
1.      Pemeriksaan nitrat
FeSO4 + H2SO4          cincin coklat (+), tetapi menunjukan hasil (-)
2.      Pemeriksaan nitro aromatik
Zat+etanol+HCl encer+air + Zn wb    filtrat + pereaksi Diazo I, dituang ke pereaksi Diazo II         terbentuk warna atau endapan jingga (+), tetapi menunjukan hasil (-)
Diazo I : 10% NaNo2 dalam air
Diazo II : 0,25 g 2 Naftol dalam 100 ml 3N NaOH
3.      Pemeriksaan senyawa amin (basa)
Zat + H2SO4 + pereaksi Mayer         endapan, bermacam warna(+)
Jika sedikit endapan/warna(+)                morfin dan ephedrin, hasilnya (+)
4.      Pemeriksaan amin aromatic primer
Zat + HCl + Diazo I           Diazo II          merah jingga/endapan (+), hasilnya (+)
5.      Pemeriksaan amin sekunder
Zat + HCl + NaNO2 + air         ekstraksi dengan eter (diuapkan)        residu + fenol, dipanaskan + H2SO4              biru hijau air     merah    basa   biru hijau (+), tetapi menunjukan hasil (-)
6.      Pemeriksaan asam amino
Larutan zat netral + larutan Ninhidrin 1% ,     dipanaskan        merah, ungu, biru (+), tetapi menunjukan hasil (-)
7.      Pemeriksaan senyawa pereduksi
-          Reaksi fehling
Zat + campuran fehling I (CuSO4) + II ( KNa Tartrat +NaOH), dipanaskan di atas wb          Cu2O (merah bata), tetapi menunjukan hasil (-)
-          Dengan KMnO4
Larutan zat + KMnO 0,1%         warna hilang        coklat (suhu kamar) (+), hasilnya (+)
Pada pemanasan hilang
8.      Reaksi dengan iodoform
Zat + 3N NaOH + larutan iod          bau iodoform, tetapi menunjukan hasil (-)




Ø  Gugus karbonil (RCOH atau R2C=O)
Uji Schiff
5 tetes sampel + 2 tetes HCl encer + 2 tetes pereaksi Schiff. Terbentuk warna merah violet (untuk aldehid).
Pada sampel menunjukkan hasil positif (+) adanya gugus karbonil untuk aldehid, dikarenakan pada uji legal rotera didapatkan hasil yang negatif (-). Pada hasil uji Schiff ini didukung dengan adanya blanko (+) yang telah dibuat oleh praktikan, sehingga dapat dipastikan bahwa  sampel memiliki gugus karbonil.
Ø  Gugus karboksil (-COOH)
Uji kertas lakmus
10 tetes sampel (100mg zat dalam 1 ml air) à celupkan kertas lakmus biru.
Setelah kertas lakmus tercelup, warna lakmus berubah dari biru à merah.
Perubahan kertas lakmus ini menunjukkan adanya gugus karboksil pada sampel yang diberikan.
IDENTIFIKASI ANION ORGANIK
Benzoat
-2C6H5COOM + H2SO4  →  2C6H5-COOH + M2SO4
-Zat + alcohol + H2SO4 P  →  etil benzoate + H2O (bau spesifik)

7. Salisilat
-senyawa salisilat +FeCl3 → violet + as.asetat  → warna tetap
-senyawa salisilat+methanol+ H2SO4 P  → Metil salisilat (bau gondopuro)





E.     KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang didapatkan :
Diduga sampel yang dianalisa adalah Difenhidramin, karena warna asalnya kuning ketika ditetesi H2SO4 pekat menjadi berwarna merah pada analisa pendahuluan.
Selain itu pada analisisa berikutnya didapatkan hasil :
Seny. unsur
Golongan seny.organik
Gugus fungsi
Anion organic
N
Seny. Amin(basa)
Gugus karbonil
Fenol
S
Amin aromatic primer
Gugus karboksil

Cl
Seny pereduksi dg (KMnO4)



















F.     DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Suminar, 1987, Kimia Dasar, terjemahan dari General Chemistri, oleh Petrucci, Erlangga, Jakarta.
Pudjaatmaka, 1982, Kimia Organik, terjemahan dari Organik Chemistri. Oleh Fessenden, Erlangga, Jakarta.
Parlan , 2003, Kimia Organik jilid I, JICA, Bandung

Comments